Showing posts with label Suspension. Show all posts
Showing posts with label Suspension. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

Lamborghini Perkenalkan Suspensi Contekan F1

SANT’AGATA BOLOGNESE - Kendati Pameran Mobil Jenewa ke-81 masih sebulan lebih lagi, Lamborghini sudah mulai mencicil informasi tentang produk terbaru pengganti MurciĆ©lago. Supersport car terbaru ini bikin penasaran karena Lamborghini belum menyebutkan namanya. Sementara teknologinya terus dipublikasikan.


Tercepat
Terakhir adalah teknologi suspensi dan rem yang juga sudah dirilis untuk media. Disebutkan, model yang akan melakukan debut di Jenewa tersebut adalah flagship terbaru Lamborghini, menggunakan mesin V12 dan bertenaga 55kw (700 PS). Lambo mengklaim, mobil ini akan menjadi supersport tercepat.

Kendati bibir orang-orang Sant’Agata Bolgonese tertutup rapat, wartawan di Amerika bisa juga mendapatkan nama Lambo terbaru tersebut. Kalau sebelumnya sempat disebut Jota, terakhir adalah Aventador dengan embel-embel LP700-4. Wartawan berhasil melacak berdasarkan informasi dari US Paten and Trademark Office. Nama tersebut akan digunakan untuk mobil dan komponennnya, t-shirt, baju hangat, polo shirt, jas, sal, sarung tangan, topi, jaket, sepatu sampai mobil remote control.

Tangkai Dorong
Informasi terkini dari Lambo, mobil tersebut menggunakan suspensi pushrod alias tangkai dorong. Suspensi ini digabungkan dengan wishbone ganda plus rem dari keramik karbon. Konsep suspensi, dasarnya dicontek dari mobil Formula-1 dan disetel lagi agar nyaman ketika dikebut di jalanan umum.

Struktur suspensi tangkai dorong adalah pemasangan elemen damper atau pegas tidak langsung pada roda, tetapi dihubungkan ke struktur sel bodi. Tangkai dorong dipasang melintanng di bawah kaca depan di depan dan dekat dengan mesin yang berada di belakang. Komponen lain dari suspensi adalah tuas dan roller relay yang berfungsi memindah gaya dari dudukan roda ke damper atau pegas.

Dengan cara ini, pengendalian atau handling menjadi lebih responsif. Mobil lebih gampang dikendalikan pada berbagai kecepatan. Sasis tetap kokoh, kerja pegas dan peredam makin presisi dan spontan. Suspensi juga tidak terlalu kaku. Mobil lebih nyaman dan pengendalian makin mantap.

Sistem Lift
Pada roda depan, peredam kejut dilengkapi dengan sistem "lift” hidraulik yang memungkinkan bagian depan mobil ditinggikan 40 mm hanya dengan menekan tombol. Dengan cara ini, pegemudi tak lagi ribet bila harus melintasi polisi tidur atau gundukan.

Teknologi terbaru lainnya adalah material yang digunakan untuk komponen sasis antara lain aluminiun dan serat karbon untuk mengurangi bobot. Seluruh sistem supsensi, termasuk lengan kontrol atas dan bawah, dudukan roda dan tuas relay, dibuat dari campuran aluminium cor.

Untuk mengendalikan kecepatan, digunakan rem cakram berdiameter 400 mm dan kaliper enam silinder. Rem parkirnya juga mudah dioperasikan, cukup dengan menekan tombol. Tepatnya menggunakan tenaga listrik.
Setir dilengkapi dengan tiga servotronik agar pengemudi bisa memilih kondisi mengemudi, di trek balap atau jalan raya. Selanjutnya Lambo akan memasang roda 19 inci berbalut ban 255/35 di depan, sedangkan roda belakang 20 inci dengan ban 335/30.

Modifikasi Yamaha Byson Sesuai Selera Pemiliknya

JAKARTA, - Bentuk Yamaha Byson dengan ban besar dan setang Fatbar sebenarnya sudah macho. Tapi oleh sang pemilik seperti Made Andy darim Kalimantan Barat, Rudi Tanumihardjo asal Jakarta dan Abdul Rahim dari Depok, tampilan sepeda motor sport Yamaha itu perlu dibikin lebih berotot.

Konsep bolt-on Made yang tinggal di Sanggau, Kalimantan Barat berkeinginan Bysonnya bergaya streetfighter. urusan modifikasi dipercayakan pada Berkat Motor (BM) di Tangerang, Banten. "Konsep yang diterapkan bolt-on, jadi tidak ada yang perlu dipotong," tegas Rudy Gunawan, owner BM.

Hanya, lanjut Rudy, karena 'baju' Byson terlalu ramping, maka ditambah menggunakan fiberglass agar bisa mencuat ke luar dengan tampilan agak menyiku. Dan pemasangannya tak perlu memotong cover lain dan dudukan bautnya masih pakai cover tutup samping. Untuk mengisi kekosongan di bawah tangki dibikin deltabox pakai fiberglass, termasuk juga tutup cover bawah mesin dengan desain mengambil dari Deinese.

Agar lebih kekar, pelek standar diganti punya moge Suzuki GSX400. Hanya ukuran belakang 18 inci lebih besar ketimbang depan 17 inci.Dipilihnya pelek GSX karena Made ingin pakai double disk di depan.

Minimalis Beda dengan Rudi Tanumihardjo. Ia merasa bagian bawah Byson perlu dipermanis lagi karena tak imbang antara tangki yang besar, tapi di bawahnya melompong. Selain engine cover, juga dibikin side cover sehingga membuat di seputar mesin jadi lebih penuh.

Karena ada penambahan bodi tentu berefek pada bobot kian berat dan tenaga pun berkurang. Di sini Rudi mengganti CDI dengan yang tidak ada limiternya. Tak cuma itu, koil standar ikut diganti dengan buatan Scorpio.

Rasa India Sementara Rahim ingin sepeda motornya seperti Byson India bernama Fazer yang kuat dengan fairing di depan.Kebetulan ia punya banyak teman di negeri sari, sehingga bisa pesan satu set bodi Fazer.

Begitu datang, enggak langsung dipasang karena enggak ada dudukannya. Dibuatkanlah breket dengan cara yang sedikit beda. Pertama, bagian rangka yang akan ditempeli breket dikasih semacam penambahan daging dengan cara dilas. Baru kemudin di bor supaya breket bisa dibaut.

Untuk lampu belakang, Rahim memilih punya Kawasaki ZX-6 karena bentuknya yang modern. Supaya tidak merusak bodi asli, dibikinkan bodi baru dari fiber sebagai rumahnya. jadi, deh.