Showing posts with label Onderdil. Show all posts
Showing posts with label Onderdil. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

Tips Kaki-kaki Skutik

Trans Wheel Skutik 14 Jadi 17 Inci, Nih Yang Perlu Diganti

Tangerang - Banyak scooteriz tanya ke redaksi; gimana sih, cara ubah roda skutik dari ukuran 14 ke 17 inci (misal model jari-jari yang dianyam) dan apa aja yang mesti diganti?

“Oh, gaya Thai-Look seperti itu emang banyak diaplikasi di skutik. Selain lebih ringan, juga modis,” sebut Agus, penggawang Tomson Matik Shop (TMS) di Jl. Ciledug Raya, Komplek Ruko Puri Beta Gold Land No. 3, Larangan, Ciledug, Tangerang.

Nah buat menjawab pertanyaan di atas, berikut dibeberkan peranti-peranti apa saja yang kudu ditebus beserta estimasi biayanya. Monggo disimak!

1. Teromol Roda

Mesti tebus satu set (depan-belakang). Mereknya beragam, ada Comet, PKM, Combiz, Chikada dan masih banyak lagi. Harganya berkisaran Rp 325-475 ribu, tergantung merek dan modelnya. “Kalau mau ganti pelek jari-jari diameter 17 inci, peranti ini wajib ditebus,” aku Agus.


2. Pelek Aftermarket

Di pasaran sudah tersedia beragam merek, dan warna, antara lain; TDR, CLD, Ride It, TK, Champ, Comet, DBS dan masih banyak lagi. Masalah harga, peranti ini ditawarkan dari Rp 400–450 ribu, dengan ukuran lebar bervariasi pula, mulai profil 1.20, hingga 1.60.

“Banderol juga disesuaikan sama merek dan ukurannya. Yang jelas semua berbahan aluminium,” imbuh pria umur 26 tahun ini.

3. Jari-jari

Juga wajib diboyong. Pasalnya part berbentuk batang-batang kecil ini merupakan pasangan pelek yang enggak bisa dipisahkan serta sarat utama pelek jari-jari bisa berfungsi maksimal.

“Tipe yang biasa dipasang ada 2; model standar pabrik atau model stainless. Kalau tipe standar, biasa dijual sekitar Rp 20 ribu per paket (1 roda), sedang yang stainless Rp 40 ribu per paket (1 roda),” aku Nur Arab, mekanik TMS.
4. Ban Luar & Dalam

Ini alasnya pelek. Jadi, belinya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pelek yang Anda pilih.

“Merek yang beredar juga banyak, seperti; Swallow, FDR, Comet dan lainnya. Intinya ban luar mesti menyesuaikan lebar pelek. Harganya kisaran Rp 250–300 ribu sepasang,” imbuh Herry, mekanik Raja Motor Ciledug.

Oh ya, karena aplikasi pelek jari-jari, roda juga kudu dilengkapi ban dalam. Harganya dari Rp 20-25 ribu, tergantung merek dan ukuran.


5. Pasang & Setel Pelek

Terakhir, setelah peranti di atas Sampean tebus semua, agar bisa terpasang dan berfungsi maksimal, siapkan juga dana tambahan buat pasang sekaligus setel roda. Biayanya tidak terlalu mahal kok. Untuk pasang jari-jari sekalian setel kedua roda hanya Rp 35 ribu.


Estimasi Biaya :
• Teromol Roda khusus matik Rp 325–475 ribu • Pelek aluminium 17 inci Rp 400–450 ribu • Jari-jari @ Rp 20–40 ribu • Ban luar Rp 250–300 ribu • Ban dalam Rp 20–25 ribu • Setel pelek Rp 35 ribu/set • Total Rp 1.045.000 - 1.345.000 •

Tips Pengapian Yamaha Mio

Waspada Kabel Koil Mio Kendor, Jalannya Jadi Endut-endutan!

Jakarta - Awalnya seorang pengguna Yamaha Mio berfikir ada yang tidak beres dengan sistem bahan bakar skutiknya. Saat di gas jalannya endut-endutan, eh setelah di cek masalahnya malah ada di pengapian.
Hal ini terjadi pada beberapa konsumen yang datang ke bengkel Hasan Motor (HM) di Jl. Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar.
"Iya nih ada beberapa pemilik Yamaha Mio keluaran terbaru yang datang dengan masalah sama," buka Hasan Basri, pemilik HM.

"Awalnya seperti motor tekor, kurang bensin diputaran bawah dan menengah. Ternyata setelah dicek, kabel koilnya kendor. Kalau kabel koilnya kendor, bisa tidak akan memantik sempurna," lanjut Hasan
Menurutnya hal ini terjadi karena kabel dari CDI yang menuju koil terlalu pendek. Getar atau goyang sedikit saja bisa longgar atau copot.
"Enggak perlu repot, tinggal kencangin lagi aja. Atau kalau perlu gepengin sedikit soketnya dengan tang agar bisa merekat lebih kuat," anjur Hasan.
Tapi sayangnya untuk mencapai kabel koil ini cukup banyak yang harus dibuka. Harus lepas aki, jok lengkap dengan boks tool kit. Kalau sudah lanjutkan dengan membuka cover body bagian tengah. Lalu perhatikan letak koil disebelah kiri blok silinder.

Tips Mesin Honda Vario CBS

Ayo, Atasi Getaran Mesin Honda Vario CBS!

Jakarta - Punya skutik jangan cuma tampilan luar yang dinomorsatukan, komponen transmisi otomatis atau CVT juga perlu perawatan.
Jika telat atau lupa, akibatnya laju motor jadi lelet dan diikuti suara berisik di dalam CVT. Tapi itu contoh paling sederhana, bila ini terus diabaikan, penyakit ini malah makin menjadi-jadi.

“Paling parahnya, setiap mau ngegas atau berakselerasi, pasti terasa sedikit getaran sampai ke badan dan mesin juga jadi boros.
Selain itu, mesin juga jadi tersendat­-­sendat di rpm rendah,” ujar Adi Sutisna yang buka gerai skutik RC Speed di Jl. Rempoa Raya No.7 Ciputat, Jaksel.
Lalu harus gimana, dong? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin matik Sampeyan khususnya bagian CVT-nya. Ya udah kita ikuti langkah berikut. (motorplus.otomotifnet.com)

1. Bongkar CVT, pertama lepas semua baut penahan cover CVT pakai kunci T-8
2. Periksa kondisi drive belt CVT-nya. Caranya gampang, tinggal tekuk belt tersebut dan lihat apakah ada retakan kecil, dengan cara dibalik lalu ditekuk
3. Periksa tapak bagian dalam dari flywheel atau teromol kopling. “Jika sudah termakan atau baret, kerja sentrifugal jadi lambat, ini juga faktor penyebab BBM jadi boros,” bilang Adi
4. Cek kondisi roller, kalau permukaan atau lingkarannya tidak rata alias peyang harus diganti part yang baru. Ingat, jangan cuma satu yang diganti, harus satu set semua
5. Jangan lupa cek ketebalan kampas sentrifugal dilihat. Ketebalan minimum 2 mm, “Fungsinya menekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda,” tutup pria yang suka bercanda ini.

Tips Performance Yamaha Jupiter MX

Pilihan Settingan Bore-Up Jupiter MX 135, Bisa Naik 17 dk!

Jakarta - Untuk pembesut Yamaha Jupiter MX yang dalam waktu dekat berencana meng-upgrade performanya, simak deh baik-baik ulasan berikut. Terutama yang berniat mengaplikasi paket bore-up-nya yang belakangan banyak beredar.

Begitu pula bagi yang sudah menerapkannya, tapi belum menemukan settingan pas. Sehingga performa tak sesuai yang diharapkan. Sebab beberapa bengkel top di Jakarta yang beberapa kali menangani bore-up MX mau kasih bocoran soal settingan yang pernah mereka terapkan.

Nah, ada beberapa pilihan bore-up yang bisa didiaplikasi buat motor ini. “Mulai piston standar V-Ixion (57 mm), 58 mm, 60 mm, 61 mm dan 62 mm. Tapi kalau buat harian, maksimal pakai 60 mm saja atau cukup 58 mm,” bilang Teddy Cong, punggawa PT Globar Motorindo (GM) di kawasan Galur, Cempaka Putih, Jakpus.

Kalo pilihannya pembesaran kapasitas kayak V-Ixion (149,8 cc), ”Bisa aplikasi blok silinder V-Ixion berikut piston orisinalnya,” tukas Ari Setiawan alias Kurok, mantan mekanik racing AHRS yang hijrah ke GM.

Pada pilihan ini, kata Kurok karburator standar masih cukup mumpuni digunakan. “Namun perlu rejetting. Main jet dan pilot jet dinaikkan 1 step. Tapi sebelumnya, saluran masuk dan buang sebaiknya di-porting dulu untuk mengimbangi volume silinder yang bertambah,” terangnya.

Lalu saluran gas buang alias knalpot dibikin lebih plong. Bisa membobok saringan knalpot standar, atau adopsi knalpot freeflow aftermarket. “Biasanya gue pakai knalpot AHRS F4. Trus, CDI-nya diganti pakai Rextor Adjustable dan gir belakang diturunin 2 mata,” tambah Kurok.

Hasilnya, selain horse power bisa terkerek 4-5 dk, top speed dijamin melonjak banyak lantaran perbandingan final gear diberatkan. “Tapi kalau mau lebih gede lagi powernya, kem ganti pakai yang durasinya tinggi untuk harian,” ujarnya. Oh iya, tak lupa paking blok maupun head kudu diganti pakai punya V-Ixion.
Pakai PE28 hasil bakal lebih maksimal (kiri). Untuk karburator standar, spuyer dinaikkan 1 - 2 step sesuai permintaan mesin (kanan).

Sementara bila paket bore-up piston 58 mm (155 cc) yang dikehendaki dan ingin horse power mencapai 17 dk, boleh tiru settingan yang diterapkan Suar, mekanik Bintang Racing Team (BRT) yang bermarkas di Cibinong Jabar.

“Saluran masuk dan buang tetap mesti di-porting polish. Lalu kem diganti punya V-Ixion. Dibarengi menukar per klep lebih keras dikit. Bisa andalkan produk CLD. Lalu knalpot standar dibobok dan karburator pakai Keihin PE28 dengan kombinasi spuyer 115/38 (main jet/pilot jet),” beber Suar.

Pada sektor pengapian, CDI ditukar pakai BRT I-Max 20 Step. Lalu setelan klep in dibikin 0,13 mm. Sedang klep out 0,18 mm. Lalu biar kinerja kopling gak mudah selip, per dan kampas kopling diganti pakai produk BRT.

Cobain deh! (mobil.otomotifnet.com)