First Drive Toyota Land Cruiser 70 Troop Carrier, Welcome Back!
Jakarta - Melihat mobil ini mengingatkan kita di era ’90-an ketika keluarga Toyota Land Cruiser (TLC) ini cukup banyak dipakai oleh penggemar jip Tanah Air. Semakin ke sini, sosoknya sudah jarang terlihat di jalanan.
Namun, sekarang PT Toyota Astra Motor selaku ATPM melalui main dealer-nya Auto 2000, mulai tahun ini akan pasarkan kembali TLC 70. “Tahun ini kita coba menjual TLC 70 untuk fleet customer dan masih spot order. Tapi kalau konsumen pribadi yang mau pesan bisa saja,” jelas Cahaya Fitri Tantriani, marketing communication Auto2000 Head Office di Sunter, Jakut.
Mesin V8
Menyaksikan sosok yang dibandrol Rp 730 juta(OTR Jakarta) ini memang cukup besar untuk sebuah kendaraan penumpang. Namun, modelnya baru membuat TLC 70 ini lebih gagah dari versi tahun lamanya.
Itu tampak sekali dari tampang depannya yang telah diubah mirip Land Cruiser VX. Khususnya lampu depan menyatu dengan sein. Sedangkan rakitan sebelum 1997, kedua lampu itu terpisah atau lampu sein menempel di fender depan.
Mesin V8 turbocharger 4.500 cc sangat halus (kiri). Dasbor simpel dan spidometer sudah dilengkapi MID dan voltmeter (kanan)
Head light-nya pun tak lagi bulat tapi sudah mengotak. Gril radiatornya dengan garis horizontal di tengahnya plus emblem Toyota yang serbabesar jadi ciri khas TLC. Namun dengan desain barunya, lebih mempertajam kalau mobil ini kokoh dan kuat.
Melihat bodi samping dan belakang mobil dua pintu ini tak banyak berubah. Desain maupun lekukan bodi masih tetap dipertahankan. Pun begitu bodi belakang yang tetap mengusung dua pintu untuk masuk penumpang.
Gimana dalamnya? Dasbornya berubah total dari versi lawas. Desainnya gak lagi kaku, meski masih kotak-kotak namun sudah lebih dinamis, terlebih melihat 4 bulatan sebagai corong semburan AC.
Apalagi, lingkar kemudinya yang bermodel 4-spoke mirip dengan mobil-mobil sekarang ini. Ditambah lagi, pemakaian head unit 2 DIN yang sudah dapat memutar CD dan MP3 penambah nyaman. Sayang, model knob AC masih jadul layaknya mobil produksi ’80-an.
Weit... bicara keamanan, TLC 70 ini sudah dilengkapi sepasang SRS Airbag buat supir dan penumpang depan. Gak mau terlalu lama, mending nyobain jalan. Kunci kontak diputar, grenggg.... mesin diesel V8 DOHC 4.500 cc cukup halus layaknya mesin bensin.
Meski ngetes jalan hanya beberapa meter, tapi impresi akan mesin 1VD-FTV-nya itu bikin kagum. Saat pedal gas dibejek, tenaganya sangat terasa, mungkin karena turbocharge intercooler dan common-rail direct injection-nya yang membuat power luar biasa.
Namanya mobil berpenggerak 4 roda, gak afdol kalau gak tes 4 wheel drive (4WD). Karena masih manual tipe part time, pengoperasiannya pun masih melalui tongkat dan lebih dulu mengunci 4WD hub di kedua roda depannya.
Setelah hub dikunci (lock) dan tongkat pindah ke 4L, mobil pun bergerak dengan kecepatan rendah. Power masih terasa sangat besar meskipun hanya menjajal di kondisi jalan aspal. Pasti dengan engine V8-nya itu, medan off-road sanggup dilahap dengan mudah. Welcome back TLC 70!
Auxilary Tank
Kehebatan dan keunikan TLC 70 ini bukan hanya dari model dan mesinnya, tapi di mobil yang sudah dilengkapi MID di spidometernya ini terdapat dua tangki bensin. Alias, ada auxilary tank (tangki tambahan).
Jadi, jangan bingung kalau melihat ada dua tutup bensin di bodi samping kiri depan dan belakangnya. Karena satu tangki ada di bawah jok depan dan satu lagi terdapat di belakang. Fungsinya jelas,sesuai dengan karakter mobil ini yang diciptakan sebagai kendaraan medan berat yang kerap menempuh perjalanan jauh.
Guna mempermudah pengoperasiannya, di dasbor terdapat tombol ‘SUB’ untuk men-switch (memindahkan) fungsi tangki pertama ke tangki kedua dan sebaliknya secara otomatis. So, driver tinggal pencet tombol itu jika jarum indikator bensin pertama jika sudah menunjukkan ‘E’ (empty).
Oiya, indikator bensin di spidometer ada dua. Yang sebelah kanan adalah indikator tangki utama, sementara sebelah kiri menjadi tangki tambahan. Keduanya berkapasitas 180 liter (90:90 liter). Irit dong? (mobil.otomotifnet.com)
Data Spesifikasi :
Mesin : V8 DOHC 32 katup, turbo diesel, variable vane turbocharger, intercooler, common-rail direct injection
Kapasitas : 4.461 cc
Rasio kompresi : 16,8:1
Diameter x langkah : 86 x 96 mm
Tenaga : 205 dk/3.400 rpm
Torsi : 430 Nm/1.200-3.200 rpm
Transmisi : manual 5 speed
Dimensi bodi P x l x t : 5.220 x 1.790 x 2.115 mm
Wheel base : 2.980 mm
Sistem kemudi : power steering hidrolis dengan tilt steering
Suspensi depan : rigid live axle, leading arm, coil spring, dampers dan anti-roll bar
Suspensi belakang : rigid live axle, semi-elliptic leaf spring dan dampers
Rem depan & belakang : cakram
Ban : Dunlop SP Road Gripper 7,5xR16
Showing posts with label Oto Machines. Show all posts
Showing posts with label Oto Machines. Show all posts
Thursday, February 3, 2011
Bensin Sintetik, Rp 3.500 Per Liter
OXFORD - Di tengah gencarnya tren perubahan alat mobilitas di seluruh dunia, dari mobil bensin ke mobil listrik, muncul harapan baru untuk mesin konvensional, yaitu ditemukan bensin sintetik. Hebatnya lagi, bensin sintetik ini lebih murah dibandingkan dengan hasil tambang, hanya Rp 3.500 per liter (1,50 dollar AS per galon).
Kelebihan lain, bensin ini bisa langsung digunakan pada mesin bensin sekarang tanpa perubahan dan tidak menimbulkan emisi karbon. Nah, tentu saja bisa dibayangkan, harapan produsen mesin konvensional bisa hidup lagi setelah terancam mobil listrik.
Bensin sintetik tersebut ditemukan oleh sebuah perusahaan asal Inggris, Cella Energy. Teknologinya dikembangkan dari material yang disebut complex hydrides. Pengembangan bensin sintetik ini telah berlangsung empat tahun dalam program sangat rahasia di laboratorium terkenal, Rutherd Appleton Laboratory, dekat Oxford, Inggris.
Menurut Stephen Voller, CEO Cella Energy, bensin sintetik ini memiliki kandungan energi sangat tinggi dan dikemas seperti kapsul dengan teknik nanostruktur yang disebut coaxial electrospraying.
"Kami telah mengembangkan bahan bakar mikrobutiran baru yang dapat digunakan pada mesin yang sebelumnya menggunakan bensin. Dapat digunakan tanpa harus memodifikasi mesin,” papar Voller.
Dia menambahkan, karena berasal dari hidrogen, pembakarannya tidak menghasilkan emisi karbon. Riset untuk menemukan bensin ini dipimpin Profesor Stephen Bennington bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas College London dan Universitas Oxford.
"Teknologi kami berasal dari material yang disebut complex hydrides, yaitu hidrogen. Dikemas seperti kapsul dengan proses unik (dipatenkan). Karena itu, penyimpanan dan penanganannya lebih mudah dan aman dibandingkan dengan bensin yang digunakan sekarang,” ujar Bennington yang menjadi Kepala Riset Cella Energy.
Bensin Sintetik Untuk Kenyamanan Kenderaan Anda
Makin banyaknya jumlah kendaraan bermotor merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Cella Energy. Pasalnya, kebutuhan energi untuk menjalankan kendaraan semakin besar. Sementara itu, energi atau kendaraan alternatif sekarang punya berbagai keterbatasan.
Dijelaskan, bahan bakar paling ideal adalah hidrogen. Pasalnya, pembakarannya tidak menghasilkan emisi karbon. Masalahnya, mobil berbahan bakar hidrogen—umumnya masih dalam tahap konsep—punya banyak kendala. Hal yang sama juga terjadi pada kendaraan listrik. Bahkan mesin konvensional yang menggunakan bensin, diesel, dan gas harga makin mahal karena regulasi emisi yang makin ketat.
Hidrogen
Prototipe mobil berbahan bakar hidrogen sekarang cukup rumit dan risikonya tinggi. Pasalnya, hidrogen dicairkan sampai suhu minus 253 derajat celsius. Lantas hidrogen cait itu dimampatkan ke dalam silinder atau tangki bertekanan tinggi, 10.000 psi atau 700 bar.
Hal ini tidak hanya memusingkan produsen merancang kendaraan, tetapi juga stasiun tempat pengisian hidrogen. Butuh biaya mahal dan keterampilan khusus untuk menanganinya.
Cara lain, menggubah hidrogen menjadi energi listrik langsung atau sel bahan bakar (FC) membutuhkan kanister metal hidrida bertekanan rendah. Problemnya, sulit dibawa-bawa.
Hibrida dan Listrik
Bensin dan diesel? Harga bahan bakar minyak terus melambung atau tak karuan. Masalah lain, pembakaran menimbulkan emisi karbon. Dengan tuntutan emisi karbon yang makin ketat, biaya pembuatan mesin semakin mahal. Ini pula yang menyebabkan produsen terpaksa memperkenalkan mobil listrik dan hibrida.
Masalahnya, baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik atau hibrida (plug-in) teknologinya masih baru. Insfrastruktur tempat pengisian listrik sangat terbatas. Masalah lain, membuat mobil listrik kurang menarik—sekali isi baterai hanya bisa untuk jarak 160 kilometer.
Padahal, berdasarkan riset, keinginan pemilik kendaraan, sekali mengisi, bisa untuk menempuh 500 km agar tidak dihinggapi fenomena kecemasan atau khawatir mogok. Kendala lain, harga mobil listrik masih mahal karena harus menggunakan komponen penggerak baru.
Hidrogen Cella Energy
Bahan bakar yang digunakan Cella Energy basisnya adalah hidrogen. Hanya berbeda cara mengemas atau ujudnya. Hidrogen tidak lagi didinginkan atau dicairkan. Karena itu pula tidak dibutuhkan tangki tekanan tinggi.
Cella Energy memanfaatkan kelebihan nano-struktur. Selanjutnya, hidrogen atau hidrida dikemas dengan proses coaxial electrospinning bersama mikro-serat dari polimer. Ukuran serat sepertiga puluh diameter rambut manusia. Selanjutnya, struktur bahan bakar adalah inti hidrida dibungkus oleh polimer. Bagian luar berfungsi sebagai pengaman dan pelindungi hidrida, sekaligus sebagai filter (kimia). Karena itulah, konsep ini dianggap 100 persen aman plus biaya produksi yang lebih murah.
Dengan cara tersebut, pengisian ulang hidrogen dapat dilakukan dalam beberapa menit saja, seperti bensisn atau diesel. Hanya diperlukan sedikit modifikasi. Dikatakan, juga bisa digunakan kendaraan dengan sistem sel bahan bakar (hidrogen sekarang).
Tangki untuk bahan bakar ini atau bensin sintetik ini tetap berbentuk konvensional dan ditempatkan seperti posisi sekarang. Karena tidak memerlukan tekanan tinggi atau suhu rendah, infrastruktur yang ada sekarang bisa langsung digunakan.
Dikatakan, konsepnya sama dengan menuang aditif ke bensin. Densitas atau kandungan energi bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri!
Subscribe to:
Posts (Atom)